Nah Ini Dia, Potensi SARA. Guru Besar UI Katakan Puisi Neno Menyinggung Umat Islam

30
Jadied Zaitun Extra Virgin Oil 60 Ml
Loading...

JPNN

Tambah hari kontroversi puisi Neno Warisman tambah tajam. Puisi yang Ya baca di malam munajat 212 di Monas Kamis malam kemarin dinilai menyinggung umat Islam.

Loading...
Loading...

Masalah itu tentu saja adalah potensi SARA yang dapat membahayakan persatuan umat. Oleh karna itu nggak menutup kemungkinan bila sudah ada pihak yang hendak membawanya ke Jalur hukum.

Sebagaimana dikenal, Neno pada puisinya menyebutkan takut bila Ya dan kelompok politiknya nggak menang, khawatir nggak sudah ada lagi yang hendak menyembah Alloh Swt. Masalah ini dapat dinilai, lawan politik ialah kelompok yang bukan penyembah Alloh.

Sebagaimana jpnn.com, menulis Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia Arbi Sanit menilai puisi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga, Neno Warisman, yang dibaca ketika acara Malam Munajat 212, kental aroma politis. Karena, puisi berbentuk doa itu mengarahkan seseorang memilih calon presiden tertentu.

“Ya semisal itu. Jadi, agama dipolitisasi,” kata Arbi ditemukan seusai menghadiri acara diskusi bertema ‘Pemilu 2019 Bebas Konflik di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (23/2/2019) dikutip JPNN.

Arbi memperkirakan, puisi Neno bakal menuai kontroversi. Nggak sedikit umat muslim bakal mengatakan keberatan terhadap ibu dari tiga anak itu.

Terlebih, pada puisinya, Neno mengatakan kekhawatiran bahwa penduduk nggak lagi menyembah Tuhan bila jagoan yang didukungnya tidak menangi kontestasi politik.

“Tentu Neno berhak mendoakan siapa saja yang dia menyukai. Cuma aku duga, ya, mungkin orang yang beragama Islam sudah ada yang tersinggung,” tutur dia.**

Loading...
Loading...