Nah, Teguran Keras PBNU Ini, Bakalan Membuat Neno Warisman Tidak Mampu Tidur

53
Loading...

Pembacaan puisi Neno Warisman dengan gaya teatrikal di langkah Munajat 212 di kawasan Monas hari kamis malam, 21 Februari 2019, menuai banyak kritik. Sesudah menghilang sejumlah hari, akhirnya artis yang sehari-hari mengenakan hijab ini mengemukakan maksud puisinya itu.

Loading...
Loading...

Referensi pihak ketiga

Menurutnya, doa itu sama sekali nggak sudah ada kaitannya dengan ajang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang hendak diselenggarakan 17 April 2019 kelak. Apalagi menyamakan ajang itu dengan Perang Badar di era nabi Muhammad dulu, lanjutnya.

Referensi pihak ketiga

Doa pada bentuk larik-larik puisi itu dilantunkan atas nama pribadi, menurut keprihatinan dirinya, ungkap Neno. Dia heran dengan banyaknya pihak yang menyerang dirinya dengan menganggap doa itu mirip dengan Perang Badar. Diakuinya, doa itu pastinya terinspirasi dari doa Nabi Muhammad pada perang itu.

Referensi pihak ketiga

Kata ‘kita’ pada puisi doa itu, bukanlah mewakili para peserta Munajat 212, namun murni mewakili dirinya sendiri. Meski diinspirasi keadaan perang Badar, itu bukan berarti dia menyamakan perang itu dengan adanya pertarungan politik kenuju Pemilihan Presiden 2019 kelak. Neno menyebutkan bahwa dirinya terkagum-kagum dengan doa nabi Muhammad pada perang Badar, dimana kaum muslim hanya sepertiga dari jumlah musuh. Lebih lanjut Neno pun membantah sudah menantang Tuhan, dan dia berharap yang paling baik untuk kemaslahatan bangsa.

Loading...
Loading...